Thursday, June 30, 2011

...


Dia,

yang pernah ada di satu ruang kecil dalam hatiku.

Dan sekarang terkunci.

Rapat.

Sedikit berantakan memang,

tapi aku masih punya kuncinya.

Jika mau aku akan membersihkannya.

Mengembalikan,

walau tak bisa seperti semula.

Ah, bisakah?

Entahlah.

Akankah aku benar-benar membukanya,

nanti?

Atau akan kubuat satu ruang lagi,

sekali lagi?

Ya, hanya satu ruang,

dan satu kali lagi

untuk yang terakhir kali.


_Ai.29.06.2011_

Saturday, June 25, 2011

Reminder..^_^

Apa yang kita lakukan "di sini" tak mudah teman,,
Kau merasakannya? Sangat, pasti sangat terasa.
Ketika lelah, jenuh, bosan melanda,, apa yang akan dilakukan?
Pergi? Ya, kadang memang pergi sejenak, akan merefresh kembali diri kita. Tapi ingat teman, sejenak, hanya sejenak.
Dan pasti semua tau, kemana tempat kita pergi seharusnya. Kepada-Nya,, ya, hanya DIA sebaik-baik tempat mengadu.
Sampaikan gundahmu, galaumu, kesalmu, sedih dan gembiramu kepada-Nya. Kalau perlu menangislah di hadapan-Nya. Sembunyikan tangismu dari saudaramu, keluarkan di depan-Nya, itu akan lebih baik..
(Tapi itu memang tak mudah, untukku kawan,, hihi)

Ini teman, pengingat yang pernah mengingatkanku, semoga juga bisa selalu mengingatkan kita.. Kudapat dari seorang teman..^_^)

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Bukannya tidak menyakitkan. Bahkan para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan. Tidak! Justru kelelahan, justru rasa sakit itu selalu bersama meraka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Akhirnya menjadi adaptasi. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka.Hingga hasrat untuk mengeluhtidak lagi terlalu menggoda, dibandingkan jihad yang begitu cantik.
_KH Rahmat Abdullah_


Ada yang mengeluh, ingin gugur dan jatuh. Dia berkata, "LELAH!"
Ada juga yang lelah, pikirannya penat, tapi semangatnya kuat. Dia berkata, "LILLAH!"
Bagaimana dirimu? Masih membanggakan yang sudah dilakukan?
Bukankah selama ini yang kita beri adalah hanya sisa?
Waktu sisa? Dana sisa? Tenaga sisa? Pikiran sisa?
Lalu berharap Islam akan berjaya?
Sekali lagi, TIDAK!
Dakwah di sini meminta semua darimu, waktumu, danamu, lelahmu, tenagamu, pikiranmu, perasaanmu, jasadmu, hingga ruhmu.
Dakwah akan TETAP ADA, meski kau memilih meninggalkannya!
"dan jika kamu berpaling, niscaya DIA akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan sama dengan kamu" (Q.S. Muhammad:38)


Yang di atas barusan,, pengingat yang benar-benar mengingatkanku,, tak kusangka, banjir langsung melanda.. hehe.. (Dasar kaum hawa,,, biarin fitrahnya gitu..)
Terima kasih kawan..^_^)
Semoga bisa semakin menguatkan ukhuwah kita semua dalam meniti jalan-Nya..
Semangad!!!! Senangnya bertemu kalian.. Saling mengingatkan yaa,, Uhibbukum fillah...


22.58
Home sweet home di Ngawi tercinta

Thursday, June 23, 2011

Nice Quotes^_^)


Kata seorang teman....

Seseorang hadir di hidupmu karena sebuah alasan. Mereka datang menawarkan kebahagiaan dan juga kekecewaan. Ada yang hanya sesaat tetapi ada pula yang setiap saat. Mereka datang silih berganti meninggalkan kasih, terkadang perih. Namun percayalah, akan ada seseorang yang datang dan menetap sepanjang masa di hidupmu. Tuhan sengaja membiarkanmu bertemu dengan beberapa orang yang salah, sebelum akhirnya mempertemukanmu dengan orang yang tepat agar kamu bisa mensyukuri karunia-Nya.

_nice_

Wednesday, June 22, 2011

Sahabat, Kau Hebat (by Fatih)

sahabat ..
baru kemarin ku melihat
canda tawa mu
hapuskan semua rasa yang tak terungkap
dari hati mu

ketika kau pergi
dan takkan kembali
luluhlnatakan hati ini
ketika kau pergi
dan tak mungkin kembali
namun kau masih tersimpan
di lubuk hati

Reff :oh sobat kau hebat
hilang segala prasangka
jejak teladan tersisa
sobat kau hebat
walau raga tlah tiada
tak kau tinggalkan hampa

sahabat satu kata pernah terucap
tulus darimu
ikhlaskan semua salah yang pernah di perbuat
pada diri mu

ketika kau pergi dan takkan kembali
luluhlantakan hati ini
ketika kau pergi
dan tak mungkin kembali
namun kau masih tersimpan di lubuk hati

Reff :oh sobat kau hebat
hilang segala prasangka
jejak teladan tersisa
sobat kau hebat
walau raga tlah tiada
tak kau tinggalkan hampa

Dari mu kebelajar sesuatu
untuk bertemu dan berpisah karena Allah....

--------------------------------------------------------------

Like this lyrics so much...

Sobat, sudahkah kita jadi sahabat seperti itu???
Hehe,, ni beberapa tipe manusia, menurutku sih. Mau pilh mana??

1. Manusia Wajib

Manusia tipe ini kehadirannya selalu ditunggu-tunggu, kalau ga ada dia rasanya ada yang kurang, hihi,,. Apalagi ketika ngerjakan sesuatu bersama-sama, misalnya di kepanitiaan gitu, orang ini kayaknya bisa menyelesaikan semua kerjaan kalau ga ada dia ga ada yang beres. Waw,, keren banget orang kayak gini, so, perlu dilestarikan deh..

2. Manusia Sunah

Kedatangan manusia ini bermanfaat untuk orang lain. Dia banyak membantu, plus ga berantakan juga. Tapi, kalau ga ada dia kerjaan juga bisa beres kog.

3. Manusia Mubah

Tipe ini,,, ada dan tidaknya dia ga pengaruh. Ibaratnya dia ada disana tuh cuma diem thok, ga melakukan apa-apa. Semua udah bisa dihandle yang lain. (Apa kayak penulis ya yang ini,,,-_-')

4. Manusia Haram

ini nih,,, Manusia tipe ini,, huhft,, sangat tidak diharapkan, itu sih kalau menurutku. Orang-orang berpikirnya, keberadaannya malah merusak, lebih baik ga ada deh.. Buang aja ke laut,, Uppsss... Benar-benar tidak bisa diandalkan, tidak bisa menolong.. (Haduh, apa malah penulis ya yang tipe ini,,ckckckck...'geleng-gelengkepala')

huhmm,,, Tipe orang seperti apakah kita? Pilih mana hayooo???

Jika kita bisa berpikir, tumbuhan dan hewan yang diciptakan saja mesti ada manfaatnya untuk manusia. Apalagi kita yang sudah diberi berbagai macam kelebihan. Akal, ruh, dan jasad. Masih maukah kita dianggap orang yang mubah atau malah haram? Masih mending orang sunah, keberadaannya masih memberikan manfaat. But, jangan bangga juga bagi orang yang merasa dirinya sudah menjadi orang wajib, ikhlas teman, ikhlas,,,, Plus, tularkan apa yang kalian punya ini kepada orang lain, istilahnya kaderisasi lah,, orang wajib perlu mengkader yang lain untuk menjadi sepertinya.. Okay..

Istighfar, istighfar...

Saatnya kita sendiri yang menentukan..
Afwan, tulisan ini just for pengingat diri saja..

Semangad untuk perubahan..

^_^)'

Home sweet home di Ngawi tercinta..

Monday, June 13, 2011

Just An Unimportant Story,, Hihihi,,

hai sobat,, hanya ingin share, tentang cerita seseorang. Bukan siapa-siapa, dia hanya orang biasa, seorang yang menjadi bagian dari sekumpulan orang-orang yang merapatkan barisan, bergerak menuju-Nya.

~~enjoy the story,,



"Aku. Ya, inilah aku. Aku dengan segala keangkuhanku. Aku dengan segala kekhilafanku. Aku dengan segala keegoisanku. Aku dengan segala dosa-dosaku.



Setahun yang lalu, ketika mulai memasuki dunia baruku, hwaw,,, rasanya.., udah jadi Mahasiswa, bukan lagi sekedar siswa. Keren juga namanya, pikirku. Tapi tuntutan pun jauh lebih banyak. Ga lagi manja (walaupun dari dulu katanya bukan anak manja, hehehe), ga lagi apa-apa minta bantuan orang tua (tapi kalau sekarang minta bantuannya ke mbak kost, hoho,, samasaja.com), ga lagi-lagi dech...(yang ini ganyambung.net).

Teman baru, saudara baru, sahabat baru, rumah baru, dan "rumah" baru lagi. Semuanya baru. Yang kurang,,, baju baru, sepatu baru, tas baru, hehehe.... but for everything, say thanks to Allah..^^. Apalagi ditempatkannya aku kuliah di Malang, sesuatu yang sangat,sangat,sangat membuatku bersyukur. Dipertemukan dengan orang-orang ini, orang-orang hebat yang punya kelebihan masing-masing, punya karakter masing-masing.

Entah bagaimana aku memasuki rumah yang kusebut terakhir di atas, semacam aku masuk tanpa diundang begitu saja. tanpa ada orang yang terlalu ekstrim ngajak kesana kemari. Memang sebelumnya aku pernah memasuki rumah sejenis dulu, tapi cukup berbeda dengan yang sekarang. Hmm,, rumah lama yang penuh kenangan. Rumah yang mengenalkanku lebih jauh akan Tuhanku, rumah yang mengenalkanku dengan barisan yang rapat ini. Semuanya akan selalu terlekat dalam memori otakku. Tempat di mana aku telah sedikit mengubah hidupku.

Dan rumah baruku di sini.., tak kusangka aku sedikit mengambil bagian di sini.Ya, memang keinginan ku juga sebenarnya untuk melanjutkan hal yang sama di sini. Ternyata di sini jauh lebih berat, jauh lebih terjal dari yang kubayangkan. Dan ternyata lagi, aku butuh adaptasi, Penyesuaian diri dengan lingkungan baruku. Bahkan melakukan mimikri di suatu tempat yang lain,, hwooww,,,, semacam bunglon.. Tapi aku perlu melakukannya, mengubah kulit luarku tanpa mengotak-atik apa yang ada di dalam diriku, menjadi keyakinanku. Istilah kerennya, membaur tapi tak melebur..

Hari demi hari telah aku lalui,, hehe.. Kurasakan adaptasi yang kulakukan tidak mudah, entah kenapa aku belum menemukan sesuatu yang seharusnya lebih dari ini. Mungkin memang karena aku belum lama di sini, satu tahun,,, masih sangat sedikit garam yang kutelan dibandingkan mereka yang telah di sini lebih dulu, dibanding mereka yang lebih awal memasuki rumah ini. Dan inilah yang kadang kurasakan, kebosanan,,.. Yang kutahu, kata ini hanyalah sekedar penampakan lemahnya imanku.. SALAH.., bukan hanya sekedar,, tapi inilah masalah. Tak bisa dibilang sekedar jika sesuatu dikaitkan dengan keimanan.

"Bosan," ada penyesalan setelah kumengucapkannya semalam, hanya isak tangis yang kulakukan. Ketika pagi harinya aku diingatkan oleh sebuah pesan, "Dan jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan sama dengan kamu." (Q.S. Muhammad:38). Benar, benar-benar ingin menangis saat itu juga. Ditambah lagi ketika itu aku sedang bersama teman-teman dalam lingkaranku dan membicarakan hal yang serupa. Semakin ingin menjadi-jadi. Tapi kutahan,, entah, aku tak ingin memperlihatkannya kepada mereka untuk saat ini.

Memang, tepat, tepat sekali,, rencana Allah memang sangat indah, skenario-Nya luar biasa,, membuatku tak henti berucap syukur telah dipertemukan dengan orang-orang seperti mereka. Allah dengan segera mengingatkanku melalui lingkaran ini, segera,, tidak lebih dari 24 jam. Kudapatkan kembali ruh ku. Mencoba kembali menguatkan diri. Mencoba kembali meneguhkan hati, memastikan langkahku, kembali berjalan bersama mereka dalam barisan yang rapat.

ehm,, meskipun sebenarnya yang kukatakan malam itu, tak pernah sampai ingin pergi dari barisan ini.., but it's okay, ini teguran dari Allah, coz Allah loves me, so I love all of people..

Seperti yang kudapat dari seseorang tadi pagi, yang didapatnya dari seseorang juga,,(maaf, dengan sedikit editan,,hehe) "Aku tak masalah menjadi kaki dari bangunan ini, dan aku tak pernah menyesal."

Sesungguhnya aku telah terbeli oleh-Mu, dan tak pantas aku menariknya kembali. Hanya Engkau Ya Allah, sebenar-benar tempat untuk mengadu. Ampuni hamba, masukkan hamba ke dalam golongan orang-orang yang bersyukur, bukan orang yang kufur. Istiqomahkan hamba ya Rabb, istiqomahkan saudara-saudara hamba dalam keimanan. Jagalah hati ini dari sifat-sifat yang tak pantas, jauhkan hati dari prasangka buruk.

Ya Allah, mereka tak membutuhkanku, tapi aku? Jika tak bersama mereka, akan bersama siapa aku??



Jadi intinya, aku harus lebih pandai dan segera beradaptasi dengan semuanya. Sesegera mungkin.. As soon as I can,, Menciptakan kenyamananku sendiri di isini. Seperti yang pernah kutuliskan di selembar kertas itu,,, karna kenyamanan bisa kubuat sendiri...

~~~~



Hmm,mmm benar-benar cerita tak penting dari orang tak penting, iya kan?? hanya saja aku ingin menguatkan diriku sendiri, sobat... Semoga aku lebih baik dari yang sekarang, semoga kau pun senantiasa lebih baik dari dirimu yang sekarang..^^

Maaf untuk semua yang merasa kecewa atas sikapku, tak ada maksud sama sekali untuk mengecewakan kalian, apalagi orag yang telah mempercayaiku sampai sejauh ini..

Thanks for all.. Keep spirit,, Give your best..

Not ME but We!!

Maaf untuk semuanya...