Saturday, June 4, 2011

Jika Memang Cinta Maka Ungkapkanlah..^^

"Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (Q.S. Al Hujurat : 10)
"Wahai manusia! Sungguh, Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti." (Q.S. Al Hujurat : 13)

Salam Cinta dan Persaudaraan!! Hehehe,, (mengutip perkataan seseorang, maaf,,)
Sobat, hubungan antara cinta dan persaudaraan sangatlah erat. Saudara,,, ya, aku dan kamu adalah saudara. Seperti firman Allah di atas, bahwa orang mukmin itu saudara. entah dimanapun ia berada, di belahan bumi manapun ia menetap, kami, kita tetap saudara.
Memang tidak jarang seseorang kurang tepat memaknai saudara. Saudara hanyalah orang-orang yang sedarah, orang-orang yang senasab. Tapi hakikatnya bukan seperti itu, saudara dalam Islam tidak sesempit itu. Orang mukmin di China, Eropa, Ethiopia, di Palestina, merekalah saudaraku, saudaramu, saudara kita.
Sedangkan cinta, sebagian orang malah lebih salah lagi dalam mengartikannya. Ehmm,, bukan, bukan salah, hanya saja kurang tepat, lagi-lagi kurang tepat.. Karana menurutku sih, ga ada yang salah di kehidupanku, yang ada adalah kekurangtepatan. Begitu juga ketika kita mengartikan sesuatu, tidak ada yang salah. Saat kita mengartikan cinta, jika cinta hanya diartikan sebagai rasa sayang terhadap lawan jenis, itu sangat-sangat sempit.
Saudaraku, cinta sebenarnya merupakan satu fitrah yang ada di dalam hati setiap manusia. Cinta adalah wujud dari satu perasaan yang halus. Cinta mewujudkan perasaan kasih sayang dan belas kasihan sesama manusia dan makhluk di dunia ini. Tanpa perasaan cinta, seseorang akan merasakan kekosongan di dalam jiwa mereka.

Hm,mm panjang lebar juga pembukaannya.., baiklah,,
Saudaraku yang dirahmati Allah, di sini sih hanya ingin saling mengingatkan. Beberapa hari yang lalu, ketika membuka sms-sms lama, teringat cerita seorang adik kecilku di sana. Dia mencintai, sangat mencintai kakak-kakaknya. Kakak-kakak yang menurutnya telah membantu menemukan karakternya, membentuk pribadinya. Pribadi seorang pemimpin, dibentuk oleh para pemimpin. Ketika kutanyakan pada adik kecilku, "Dik, apa sudah disampaikan perasaan antum kepada mereka?". Dia menjawab, "Belum mbak, belum berani menyampaikan. Nanti suatu saat akan kusampaikan, tapi tidak sekarang." Kujawab, "Baiklah, tapi jangan terlalu lama, sampaikan selagi kamu masih punya waktu, masih sering bertemu mereka, karna waktu tak ada yang tahu..^^."

Dari Anas r.a. bahawasanya ada seorang lelaki yang berada di sisi Nabi s.a.w.,
lalu ada seorang lelaki lain berjalan melaluinya, lalu orang yang di dekat beliau berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang ini." Nabi s.a.w. bertanya: "Adakah engkau sudah memberitahukan padanya tentang itu?" Ia menjawab: "Tidak - belum saya beritahukan." Nabi s.a.w. bersabda: "Beritahukanlah padanya." Orang yang bersama beliau s.a.w. lalu menyusul orang yang melaluinya tadi, lalu berkata: "Sesungguhnya saya mencintaimu." Orang itu lalu menjawab: "Engkau juga dicintai oleh Allah yang kerana Allah itulah engkau mencintai aku."
Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.

Jadi sobat, katika kamu mencintai saudaramu, maka sampaikanlah. Katakan bahwa kau mencintainya, bukan karena apa atau siapa, tapi karena Allah s.w.t. Sabda
Nabi SAW :"Amalan yang paling disukai Allah
ialah mencintai kerana Allah dan membenci
kerana Allah."
(H.R. Ahmad).
Selain itu, mencintai saudara juga desandingkan dengan kesempurnaan iman. "Dari Abu Hamzah, Anas bin Mâlik Radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”. (H.R. al-Bukhâri dan Muslim).
Oiya, jangan lupa juga penuhi hak-hak saudara kita.
Dari Abu Hurairah r.a, Nabi shollallahu alaihi wa sallam bersabda :
"Siapa saja yang menghilangkan kesusahan seorang mu'min dari kesusahannya di dunia, maka Allah hilangkan kesusahannya pada hari kiamat. Siapa saja yang memudahkan kesulitan, akan Allah mudahkan ia di dunia dan akhirat. Siapa saja yang menutupi aib saudaranya, akan Allah tutupi ia di dunia dan akhirat. Dan Allah menolong hamba-Nya selamba hamba itu menolong saudaranya". ( HR Muslim )

"Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam :
Bila engkau bertemu dengannya ucapkanlah salam kepadanya.
Bila dia mengundangmu penuhilah undangannya.
Bila dia minta nasihat berilah dia nasihat.
Bila dia bersin lalu dia membaca tahmid doakan semoga dia beroleh Rahmat.
Bila dia sakit kunjungilah.
Bila dia meninggal antarkanlah jenazahnya hingga ke kubur".
( HR Muslim )

Plus, doakan saudara kita,,,
"Doa seorang mukmin untuk saudaranya dari belakang dikabulkan. Di sisi kepalanya ada malaikat yang ditugaskan, setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat yang ditugaskan dengannya berkata : Amin dan untukmu semisalnya." (HR. Muslim)

Baiklah Sobat, sampaikan rasa cinta kalian kepada saudara kalian. Doakan mereka, dimanapun berada.
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syari'at-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, Ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup. Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkan dengan ma'rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong."

Uhibbukum fillah,,, Aku mencintaimu karena Allah, saudaraku..^_^

(Adik, sudahkah kau sampaikan?? Sampaikan ya,,,)

Friday, June 3, 2011

Biarlah rahasia ^^

setiap orang pasti ada rahasianya sendiri-sendiri. dia akan menyimpannya dalam-dalam. hanya dia dan Tuhannya. hingga suatu saat ada orang yang dia percaya, membagikan rahasia itu kepadanya, atau tetap tersembunyi, dalam, terkubur oleh kediaman.
ickha_karun.03.06.2011

hm,mm,, tiga tahun lalu sebuah rahasia terungkap. mengubah satu sisi kehidupan dua manusia. membawa mereka ke sebuah dunia lain, dunia yang tak seharusnya mereka masuki, tapi apalah daya, diri tak kuasa melawannya.

dan sekarang,, semua kembali seperti sedia kala, kembali ke dunia masing-masing. bukan,, bukan dunia yang dulu lagi, bahkan mereka terpisahkan oleh sesuatu, oleh jarak, bahkan oleh pemikiran.

rahasia itu kembali terkubur, terpendam oleh diam, menunggu takdir yang telah tertulis disana, di Lauh Mahfuzh.

BI, ketika teringat kenangan, entah itu indah atau buruk, aku tak tau..
Keep smile!!! Akan indah pada waktunya..^_^

Sunday, January 16, 2011

I wanna be ......

Ketika mengunjungi sebuah karya luar biasa milik Allah swt.....


Pernah terpikir untuk menjadi karang, begitu kuat dan tegar,
kekar, seakan menguasai kehidupan sekitarnya.
Tetapi karang terkalahkan oleh air, terkalahkan oleh ombak.
Saat air terus menerus bergerak membentur karang,
dia mampu memecahnya, walau hanya dengan kekuatan kecil.
Dan suatu ketika marah, dia hancurkan semua yang ada di dekatnya,
memporak-porandakan apa yang ada.
Karang hanya berdiri dan diam,
tapi air dan ombak bergerak dalam keteraturan.

hmmm,,, indah sekali di bawah sini.
kupejamkan mata, kuhirup udara dalam-dalam,
kudongakkan kepala, da aku membuka mata.
kulihat burung di atas sana, dan aku pun kembali berpikir..
aku ingin menjadi burung...

Air dan ombak tak cukup berkuasa dari pada burung.
Air hanya ada di bawah, dia tak bisa terbang di atas sana.
Dia hanya berkuasa di bawah saja.
Dia hanya bergerak ke satu arah,
suatu saat menjauh, dan suatu saat mendekat,
begitu saja seterusnya.
Tetapi burung berbeda,
dia terbang di atas sana, mengawasi semuanya,
dia melihat karang juga air dan ombaknya.
Dia juga bisa di bawah, mengistirahatkan sayapnya,
mengistirahatkan pundi-pundi udaranya.
Burung terbang kemana pun dia suka.

Aku menunduk, kembali memejamkan mata.,
dan merasakan angin berhembus.
Terbersit lagi sesuatu di otakku,
Angin lah yang membuat air bergelombang membentuk ombak.
Angin lah yang kadang menghambat burung untuk terbang.
Angin tak terlihat tapi dia berpengaruh pada apa yang ada di sekelilingnya..
Kedatangan angin memberikan kesejukan,
tetapi merusak ketika murka.


Kubuka mata, menerawang jauh ke seberang lautan.
Meneteskan air di ujung kedua mata.
Karang, air dan ombak, burung, serta angin...
mereka indah, mereka cantik, mereka mempesona,
jika mereka berada dalam satu kesatuan.
Aku berdiri di sini,
melihat riak air di depanku,
terlindung oleh karang,
bermain bersama burung-burung,
dan merasakan kesejukan angin.


Keterpaduan yang indah, maha karya yang menakjubkan dariNYA.
Kagum melihat semua yang diciptakanNYA,
tapi alangkah bodohnya jika tak mengagumi yang menciptakannya.
Sungguh kuasa Allah tiada bandingnya.
Menciptakan keteraturan, keseimbangan.
Semuanya saling berpadu, hingga tak ada yang saling menutupi keindahan satu dengan lainnya.


Dan sekarang yang kuingin,
tak hanya jadi karang, air, ombak, burung atau pun angin saja,
tapi aku ingin menjadi perpaduan mereka.
Aku ingin menjadi setegar karang, hingga tak goyah ketika badai menghadang.
Aku ingin seperti air, istiqomah dengan kebenaran dan teratur dalam menjalani kehidupan.

Aku ingin seperti burung, membebaskan imajinasiku terbang kemana dia suka.

Dan aku ingin menjadi angin yang memberikan kesejukan walau tak pernah terlihat.

Saturday, November 20, 2010

Nasihat Rasulullah


Di suatu pagi, datanglah Rasulullah pada anaknya, Fatimah. Dilihatnya Fatimah sedang menggiling gandum menggunakan penggilingan tangan dari batu dengan mimik yang sedih. Rasulullah bertanya, "Apa yang menyebabkanmu bersedih wahai anakku?" Fatimah menjawab, "Ayah, pekerjaan rumah tangga inilah yang menyebabkanku bersedih."
Mendengar itu Rasulullah berdiri didekat anaknya. Fatimah melanjutkan bicaranya, "Ayah, maukah ayah meminta suamiku (Ali) mencari seorang pembantu untuk menolongku menggiling dan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya."
Rasulullah menatap mata anaknya beberapa saat, lalu berjalan mengambil gandum dan memasukkannya ke dalam penggilingan. Beliau membaca basmalah dan berdoa, atas izin Allah penggilingannitu berputar sendiri menggiling gandum sampai halus.
Rasulullah berkata pada anaknya, "Wahai Fatimah, jika Allah berkehendak, penggilingan ini dapat berputar sendiri untukmu. Tetapi, Allah menghendaki kebaikan untukmu, yang bisa menghapus kesalahanmu dan memuliakanmu beberapa derajat.
Kemudian Rasulullah memberi 10 nasihat kepada anaknya, sebagaimana yang tertulis di bawah ini.

Anakku sayang, wanita mana yang menggiling tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah menuliskan kebaikan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya dan memuliakannya.
Anakku sayang, wanita mana yang berkeringat ketika menggiling gandum untuk suaminya, maka Allah menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.
Anakku sayang, wanita mana yang meminyaki rambut anaknya, menyisir rambut mereka, dan mencuci pakaian mereka, maka Allah akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang sangat membutuhkan.
Anakku sayang, wanita mana yang menghalangi hajat tetangganya, maka Allah akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautsar pada hari kiamat.
Anakku sayang, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhoan suami terhadapmu. andai suami tidak ridho denganmu, aku tidak akan mendoakanmu. Tidakkah engkau tahu wahai anakku, bahwa ridho suami itu juga keridhoan Allah dan kemarahannya juga kemarahan Allah.
Anakku sayang, apanila seorang wanita mengandung, maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah akan mencatat seribu kebaikan baginya setiap hari, dan menhgapuskan seribu kejahatan yang pernah dilakukan, bila ia sakit karena akan melahirkan, Allah mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah.
Bila seorang wanita melahirkan anak, maka habislah dosanya. Jika wanita meninggal dalam persalinan, dia meninggalkan dunia dalam keadaan tidak berdosa sedikitpun, dan akan didapati kuburnya menjadi satu taman dari taman-taman surga, dan Allah akan mengaruniai pahala seribu haji dan seribu umrah, dan seribu malaikat mendoakannya hingga hari kiamat.
Anakku sayang, wanita mana yang melayani suami sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah akan mengampuni semua dosanya, dan Allah akan menaikkannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah.
Anakku sayang, wanita mana yang tersenyum di hadapan suaminya maka Allah akan melihatnya dengan pandangan rahmat.
Anakku sayang, wanita mana yang menyiapkan tempat untuk berbaring atau menata rumah bagi suaminya dengan baik hati maka berserulah malaikat, "Teruskanlah amalmu maka Allah telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang".
Anakku sayang, wanita mana yang meminyaki rambut suaminya, memotong kumis dan menggunting kukunya, maka Allah akan memberinya minuman dari sungai-sungai surga, dan Allah akan meringankan sakaratul mautnya, dan akan didapati kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman surga, serta Allah akan menyelamatkannya dari api neraka dan jembatan Shirat.

Subhanallah, begitulah Islam memuliakan dan mengagungkan seorang wanita. Tak pernah sedikitpun Islam menyengsarakan dan memperlakukan tidak adil. Itulah keadilan dalam Islam, wanita memiliki peran sesuai dengan kapasitasnya, sesuai dengan kekuatannya, sesuai dengan kemampuannya, sesuai dengan segala yang diberikan Allah hanya kepada para wanita.
Wanita diberi hati yang sangat lembut yang tidak dimiliki laki-laki umumnya, untuk mendidik anak-anaknya. Wanita punya sentuhan yang lembut, tetapi tangannya cekatan pula dalam melakukan berbagai pekerjaan. Wanita punya suara yang lembut untuk memanggil anak-anaknya, juga untuk menasihati mereka. Wanita lebih berperasaan, dia sangat peka dengan segala hal yang terjadi pada anggota keluarganya. Dan wanita diberi air mata lebih yang akan sedikit meredakan kegelisahan dan kekhawatirannya, yang sedikit membantunya saat ada masalah. Begitulah Allah menciptakan wanita berbeda dengan laki-laki, untuk saling melengkapi satu sama lain.

Wahai para wanita, itulah peranmu. Bersyukurlah engkau wanita karena Islam menjagamu. Bersyukurlah engkau ibu dan para calon ibu, karena Islam sangat memuliakan ibu. Memohon ampunlah segera kepada Allah.

* Catatan ini kutulis untuk diriku, para wanita muslim, dan para calon ibu,
yang dikakinyalah terdapat surga, Uhibbukum Fillah ya Ukhti,
Semoga Allah mengampuni dosa kita, dan memberikan pada kita
tempat di surganya kelak karena ketaatan pada-Nya, ketaatan pada pendamping hidup kita,
serta kerja keras kita dalam mendidik putra-putri yang sholeh dan sholehah. Amin.

~Taken from Happy Life by The Faith oleh Fery Muhammad:81-85, dengan sedikit diedit~

Saturday, August 14, 2010

Cinta 'SANG PEMILIK CINTA'



Jika cinta datang, hati serasa terbang
Jika cinta datang, hidup terasa ringan
Jika cinta datang, semua beban serasa menghilang
Jika cinta datang, semangat hidup memuncak di atas awan

Ya, begitulah yang dirasakan seseorang ketika sedang jatuh cinta.
Mereka merasakan dunia begitu indah, saat berada di dekat yang mereka cintai. Ketika mereka bertemu orang yang dicintai, semua rasa rindu akan terobati. Mereka akan saling bercerita, tersenyum, tertawa,,,, sangat bahagia. Fitrah manusia untuk selalu bersama orang yang dicintai, tidak ingin terpisah barang sedetik pun, tak ingin jauh walau 1 jengkal pun.
Ya, seperti itulah orang yang saling mencintai. Tapi, sadarkah kita, siapa yang memberikan rasa cinta itu? Siapa 'SANG PEMILIK CINTA' sebenarnya? Sudahkah kita mengenal'NYA'?
Allah lah Sang Pemilik cinta. DIA yang menganugerahkan rasa cinta tumbuh dalam hati setiap manusia,,,, bukan, bukan hanya manusia, tetapi semua makhluk ciptaan-Nya memiliki rasa itu. DIA mencintai semua makhluk-Nya, mengasihinya, menyayanginya, memberikan segala keperluannya. Tapi, sudahkah kita mencintai-Nya melebihi yang lain? Mungkin belum, bahkan mencintai-Nya seperti mencintai orang yang kita cintai saja tidak. Na'udzubillah...
Sungguh indah orang yang saling mencintai sesamanya,,, coba bayangkan jika kita mencintai Sang Pemilik Cinta,,, semua akan jauh lebih indah, karena semua cinta-Nya DIA curahkan untuk kita. Semua beban hidup menjadi sangat ringan jika kita mendekat kepada-Nya. Semua masalah mudah terselesaikan jika kita mengadu hanya kepada-Nya, memohon bimbingan serta petunjuk-Nya. Subhanallah...
Semoga ini menjadi bahan perenungan bagi saya dan antum.
Semoga kita menjadi hamba-Nya yang selalu mengingat-Nya, memenuhi hati ini dengan cinta-Nya...
Amin...