Friday, June 3, 2011

Biarlah rahasia ^^

setiap orang pasti ada rahasianya sendiri-sendiri. dia akan menyimpannya dalam-dalam. hanya dia dan Tuhannya. hingga suatu saat ada orang yang dia percaya, membagikan rahasia itu kepadanya, atau tetap tersembunyi, dalam, terkubur oleh kediaman.
ickha_karun.03.06.2011

hm,mm,, tiga tahun lalu sebuah rahasia terungkap. mengubah satu sisi kehidupan dua manusia. membawa mereka ke sebuah dunia lain, dunia yang tak seharusnya mereka masuki, tapi apalah daya, diri tak kuasa melawannya.

dan sekarang,, semua kembali seperti sedia kala, kembali ke dunia masing-masing. bukan,, bukan dunia yang dulu lagi, bahkan mereka terpisahkan oleh sesuatu, oleh jarak, bahkan oleh pemikiran.

rahasia itu kembali terkubur, terpendam oleh diam, menunggu takdir yang telah tertulis disana, di Lauh Mahfuzh.

BI, ketika teringat kenangan, entah itu indah atau buruk, aku tak tau..
Keep smile!!! Akan indah pada waktunya..^_^

Sunday, January 16, 2011

I wanna be ......

Ketika mengunjungi sebuah karya luar biasa milik Allah swt.....


Pernah terpikir untuk menjadi karang, begitu kuat dan tegar,
kekar, seakan menguasai kehidupan sekitarnya.
Tetapi karang terkalahkan oleh air, terkalahkan oleh ombak.
Saat air terus menerus bergerak membentur karang,
dia mampu memecahnya, walau hanya dengan kekuatan kecil.
Dan suatu ketika marah, dia hancurkan semua yang ada di dekatnya,
memporak-porandakan apa yang ada.
Karang hanya berdiri dan diam,
tapi air dan ombak bergerak dalam keteraturan.

hmmm,,, indah sekali di bawah sini.
kupejamkan mata, kuhirup udara dalam-dalam,
kudongakkan kepala, da aku membuka mata.
kulihat burung di atas sana, dan aku pun kembali berpikir..
aku ingin menjadi burung...

Air dan ombak tak cukup berkuasa dari pada burung.
Air hanya ada di bawah, dia tak bisa terbang di atas sana.
Dia hanya berkuasa di bawah saja.
Dia hanya bergerak ke satu arah,
suatu saat menjauh, dan suatu saat mendekat,
begitu saja seterusnya.
Tetapi burung berbeda,
dia terbang di atas sana, mengawasi semuanya,
dia melihat karang juga air dan ombaknya.
Dia juga bisa di bawah, mengistirahatkan sayapnya,
mengistirahatkan pundi-pundi udaranya.
Burung terbang kemana pun dia suka.

Aku menunduk, kembali memejamkan mata.,
dan merasakan angin berhembus.
Terbersit lagi sesuatu di otakku,
Angin lah yang membuat air bergelombang membentuk ombak.
Angin lah yang kadang menghambat burung untuk terbang.
Angin tak terlihat tapi dia berpengaruh pada apa yang ada di sekelilingnya..
Kedatangan angin memberikan kesejukan,
tetapi merusak ketika murka.


Kubuka mata, menerawang jauh ke seberang lautan.
Meneteskan air di ujung kedua mata.
Karang, air dan ombak, burung, serta angin...
mereka indah, mereka cantik, mereka mempesona,
jika mereka berada dalam satu kesatuan.
Aku berdiri di sini,
melihat riak air di depanku,
terlindung oleh karang,
bermain bersama burung-burung,
dan merasakan kesejukan angin.


Keterpaduan yang indah, maha karya yang menakjubkan dariNYA.
Kagum melihat semua yang diciptakanNYA,
tapi alangkah bodohnya jika tak mengagumi yang menciptakannya.
Sungguh kuasa Allah tiada bandingnya.
Menciptakan keteraturan, keseimbangan.
Semuanya saling berpadu, hingga tak ada yang saling menutupi keindahan satu dengan lainnya.


Dan sekarang yang kuingin,
tak hanya jadi karang, air, ombak, burung atau pun angin saja,
tapi aku ingin menjadi perpaduan mereka.
Aku ingin menjadi setegar karang, hingga tak goyah ketika badai menghadang.
Aku ingin seperti air, istiqomah dengan kebenaran dan teratur dalam menjalani kehidupan.

Aku ingin seperti burung, membebaskan imajinasiku terbang kemana dia suka.

Dan aku ingin menjadi angin yang memberikan kesejukan walau tak pernah terlihat.

Saturday, November 20, 2010

Nasihat Rasulullah


Di suatu pagi, datanglah Rasulullah pada anaknya, Fatimah. Dilihatnya Fatimah sedang menggiling gandum menggunakan penggilingan tangan dari batu dengan mimik yang sedih. Rasulullah bertanya, "Apa yang menyebabkanmu bersedih wahai anakku?" Fatimah menjawab, "Ayah, pekerjaan rumah tangga inilah yang menyebabkanku bersedih."
Mendengar itu Rasulullah berdiri didekat anaknya. Fatimah melanjutkan bicaranya, "Ayah, maukah ayah meminta suamiku (Ali) mencari seorang pembantu untuk menolongku menggiling dan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya."
Rasulullah menatap mata anaknya beberapa saat, lalu berjalan mengambil gandum dan memasukkannya ke dalam penggilingan. Beliau membaca basmalah dan berdoa, atas izin Allah penggilingannitu berputar sendiri menggiling gandum sampai halus.
Rasulullah berkata pada anaknya, "Wahai Fatimah, jika Allah berkehendak, penggilingan ini dapat berputar sendiri untukmu. Tetapi, Allah menghendaki kebaikan untukmu, yang bisa menghapus kesalahanmu dan memuliakanmu beberapa derajat.
Kemudian Rasulullah memberi 10 nasihat kepada anaknya, sebagaimana yang tertulis di bawah ini.

Anakku sayang, wanita mana yang menggiling tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah menuliskan kebaikan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya dan memuliakannya.
Anakku sayang, wanita mana yang berkeringat ketika menggiling gandum untuk suaminya, maka Allah menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.
Anakku sayang, wanita mana yang meminyaki rambut anaknya, menyisir rambut mereka, dan mencuci pakaian mereka, maka Allah akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang sangat membutuhkan.
Anakku sayang, wanita mana yang menghalangi hajat tetangganya, maka Allah akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautsar pada hari kiamat.
Anakku sayang, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhoan suami terhadapmu. andai suami tidak ridho denganmu, aku tidak akan mendoakanmu. Tidakkah engkau tahu wahai anakku, bahwa ridho suami itu juga keridhoan Allah dan kemarahannya juga kemarahan Allah.
Anakku sayang, apanila seorang wanita mengandung, maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah akan mencatat seribu kebaikan baginya setiap hari, dan menhgapuskan seribu kejahatan yang pernah dilakukan, bila ia sakit karena akan melahirkan, Allah mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah.
Bila seorang wanita melahirkan anak, maka habislah dosanya. Jika wanita meninggal dalam persalinan, dia meninggalkan dunia dalam keadaan tidak berdosa sedikitpun, dan akan didapati kuburnya menjadi satu taman dari taman-taman surga, dan Allah akan mengaruniai pahala seribu haji dan seribu umrah, dan seribu malaikat mendoakannya hingga hari kiamat.
Anakku sayang, wanita mana yang melayani suami sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah akan mengampuni semua dosanya, dan Allah akan menaikkannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah.
Anakku sayang, wanita mana yang tersenyum di hadapan suaminya maka Allah akan melihatnya dengan pandangan rahmat.
Anakku sayang, wanita mana yang menyiapkan tempat untuk berbaring atau menata rumah bagi suaminya dengan baik hati maka berserulah malaikat, "Teruskanlah amalmu maka Allah telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang".
Anakku sayang, wanita mana yang meminyaki rambut suaminya, memotong kumis dan menggunting kukunya, maka Allah akan memberinya minuman dari sungai-sungai surga, dan Allah akan meringankan sakaratul mautnya, dan akan didapati kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman surga, serta Allah akan menyelamatkannya dari api neraka dan jembatan Shirat.

Subhanallah, begitulah Islam memuliakan dan mengagungkan seorang wanita. Tak pernah sedikitpun Islam menyengsarakan dan memperlakukan tidak adil. Itulah keadilan dalam Islam, wanita memiliki peran sesuai dengan kapasitasnya, sesuai dengan kekuatannya, sesuai dengan kemampuannya, sesuai dengan segala yang diberikan Allah hanya kepada para wanita.
Wanita diberi hati yang sangat lembut yang tidak dimiliki laki-laki umumnya, untuk mendidik anak-anaknya. Wanita punya sentuhan yang lembut, tetapi tangannya cekatan pula dalam melakukan berbagai pekerjaan. Wanita punya suara yang lembut untuk memanggil anak-anaknya, juga untuk menasihati mereka. Wanita lebih berperasaan, dia sangat peka dengan segala hal yang terjadi pada anggota keluarganya. Dan wanita diberi air mata lebih yang akan sedikit meredakan kegelisahan dan kekhawatirannya, yang sedikit membantunya saat ada masalah. Begitulah Allah menciptakan wanita berbeda dengan laki-laki, untuk saling melengkapi satu sama lain.

Wahai para wanita, itulah peranmu. Bersyukurlah engkau wanita karena Islam menjagamu. Bersyukurlah engkau ibu dan para calon ibu, karena Islam sangat memuliakan ibu. Memohon ampunlah segera kepada Allah.

* Catatan ini kutulis untuk diriku, para wanita muslim, dan para calon ibu,
yang dikakinyalah terdapat surga, Uhibbukum Fillah ya Ukhti,
Semoga Allah mengampuni dosa kita, dan memberikan pada kita
tempat di surganya kelak karena ketaatan pada-Nya, ketaatan pada pendamping hidup kita,
serta kerja keras kita dalam mendidik putra-putri yang sholeh dan sholehah. Amin.

~Taken from Happy Life by The Faith oleh Fery Muhammad:81-85, dengan sedikit diedit~

Saturday, August 14, 2010

Cinta 'SANG PEMILIK CINTA'



Jika cinta datang, hati serasa terbang
Jika cinta datang, hidup terasa ringan
Jika cinta datang, semua beban serasa menghilang
Jika cinta datang, semangat hidup memuncak di atas awan

Ya, begitulah yang dirasakan seseorang ketika sedang jatuh cinta.
Mereka merasakan dunia begitu indah, saat berada di dekat yang mereka cintai. Ketika mereka bertemu orang yang dicintai, semua rasa rindu akan terobati. Mereka akan saling bercerita, tersenyum, tertawa,,,, sangat bahagia. Fitrah manusia untuk selalu bersama orang yang dicintai, tidak ingin terpisah barang sedetik pun, tak ingin jauh walau 1 jengkal pun.
Ya, seperti itulah orang yang saling mencintai. Tapi, sadarkah kita, siapa yang memberikan rasa cinta itu? Siapa 'SANG PEMILIK CINTA' sebenarnya? Sudahkah kita mengenal'NYA'?
Allah lah Sang Pemilik cinta. DIA yang menganugerahkan rasa cinta tumbuh dalam hati setiap manusia,,,, bukan, bukan hanya manusia, tetapi semua makhluk ciptaan-Nya memiliki rasa itu. DIA mencintai semua makhluk-Nya, mengasihinya, menyayanginya, memberikan segala keperluannya. Tapi, sudahkah kita mencintai-Nya melebihi yang lain? Mungkin belum, bahkan mencintai-Nya seperti mencintai orang yang kita cintai saja tidak. Na'udzubillah...
Sungguh indah orang yang saling mencintai sesamanya,,, coba bayangkan jika kita mencintai Sang Pemilik Cinta,,, semua akan jauh lebih indah, karena semua cinta-Nya DIA curahkan untuk kita. Semua beban hidup menjadi sangat ringan jika kita mendekat kepada-Nya. Semua masalah mudah terselesaikan jika kita mengadu hanya kepada-Nya, memohon bimbingan serta petunjuk-Nya. Subhanallah...
Semoga ini menjadi bahan perenungan bagi saya dan antum.
Semoga kita menjadi hamba-Nya yang selalu mengingat-Nya, memenuhi hati ini dengan cinta-Nya...
Amin...

Maaf,,,

Maafkan aku yang sering kali membuatmu 222336228877788...
Huhft